Senin, 15 November 2010

Economy - Strategi Pemasaran

Solusi Jika Konsumen Meninggalkan Produk atau Jasa Kita
Minggu, 26 September 2010 - 08:31 wib
text TEXT SIZE :
Tung Desem. Dok: Tung Desem/dahsyat.com

ANDA mau membeli perusahaan dengan harga yang murah? Apa kira-kira jawaban Anda? Jika saya ditawari seperti itu akan saya jawab, produknya apa dulu?

Meskipun murah, namun kalau produknya sudah banyak ditinggalkan pasar bahkan sudah tidak diminati oleh konsumen, maka bisa jadi tidak ada yang mau dengan penawaran tersebut.

Sebagai contohnya, saya pernah ditawari perusahaan yang bergerak dalam bidang “pager”, suatu alat komunikasi pada tahun 1990-an yang hanya bisa menerima pesan singkat. Ketika itu banyak orang yang dengan bangga membawa-bawa “pager”, baik orang muda ataupun orang tua, baik mahasiswa hingga pengusaha.

Memang dahulu “pager” sempat laku di pasaran, namun sekarang Anda boleh cek teman, tetangga, atau kenalan Anda, apakah ada di antara mereka yang masih menggunakan “pager”?

Bahkan anak kecil pun kalau diberi “pager” mungkin sudah tidak mau karena dianggap tidak canggih dan kuno karena hanya bisa menerima pesan singkat (dan benar-benar singkat). Meskipun mungkin ada yang masih menggunakan “pager” namun tentunya jumlahnya sedikit (atau mungkin masih dipakai untuk keperluan-keperluan sangat tertentu saja).

Sebagai perbandingannya, sekarang dengan harga beberapa ratus ribu, bahkan ada yang hanya seratus ribuan, kita sudah bisa membeli telepon genggam yang bisa digunakan untuk berbagai fungsi, bukan hanya sekadar pesan singkat.

Mungkin Anda juga masih ingat floppy disk? Baik yang berukuran 3? inci ataupun yang ukuran besar delapan inci. Memang floppy disk merupakan salah satu produk yang laris, namun itu beberapa tahun yang lalu.

Kini floppy disk mulai ditinggalkan oleh konsumen. Orang mungkin sudah banyak yang lupa dan jarang menggunakan floppy disk, karena menggunakan USB flash drive atau tumb drive sebagai pengganti floppy disk untuk keperluan penyimpanan data.

Seperti kita ketahui, floppy disk yang dulu banyak dijual di pasaran hanya bisa menampung sekitar 1,44 megabyte (MB) dengan harga sekira Rp7.000 per unit. Sekarang, hanya dengan Rp50.000 kita sudah bisa mendapatkan tumb drive dengan kapasitas hingga 2 gigabyte (GB) yang artinya 2.000 MB atau setara dengan 1.388 kali kapasitas floppy disk.

Lagi pula, USB flash drive sangat praktis untuk dibawa ke mana pun kita pergi. Bayangkan saja, jika kita ingin menyimpan file dengan ukuran 2 GB, maka setidaknya kita harus membawa-bawa 1.388 floppy disk!

Oleh karena itu, perusahaan terbesar dunia pembuat floppy disk pun juga menyatakan akan menghentikan produksinya dalam jangka waktu dekat ini. Ini adalah suatu contoh bahwa kemajuan teknologi sangat berkembang pesat, demikian pula tuntutan pasar yang semakin berkembang pesat.

Maka sangat penting bagi kita untuk mengetahui perkembangan pasar dan tuntutan pasar yang ada. Karena jika tidak mampu mengikuti perkembangan yang ada, maka kita akan ditinggalkan para konsumen. Jika kita memiliki bisnis apapun, saran saya ikuti perkembangan pasar yang ada secara kontinu.

Bukan berarti kita harus mengubah-ubah produk atau jasa kita terus-menerus, namun setidaknya kita bisa mempersiapkan suatu inovasi yang lebih matang dan dahsyat untuk mengantisipasi, jika produk atau jasa kitanantinya mulai kurang diminati bahkan ditinggalkan oleh konsumen.

Namun, sebisa mungkin sebelum produk atau jasa kita ditinggalkan konsumen, mulailah untuk membuat berbagai ide atau inovasi yang memungkinkan kita tetap bisa bertahan bahkan senantiasa bertumbuh dalam jangka panjang.

Salah satu solusinya adalah kita harus memiliki data-data yang akurat antara lain tentang kondisi perkembangan permintaan pasar, data-data karakter konsumen serta kondisi strategi pemasaran kita.

Dengan demikian, kita bisa sedini mungkin membuat strategi efisiensi dan inovasi yang tetap menguntungkan konsumen (dan perusahaan) sehingga bisa diantisipasi, jika suatu saat harus terjadi tanda-tanda konsumen mulai meninggalkan produk atau jasa kita.

Jangan sampai kita harus ditinggalkan oleh mayoritas konsumen karena tidak mampu memberikan solusi, efisiensi atau inovasi yang lebih baik.

Maka secara teratur, antara lain buatlah memonitor perkembangan kondisi pasar yang ada, lakukan strategi pemasaran yang lebih solid dan terpadu. Supaya para konsumen kita tetap setia dengan produk atau jasa ataupun brand kita dalam jangka waktu yang lebih lama lagi.(*)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar